GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dikenal sebagai penyakit asam lambung yang sering dianggap “ringan” karena bisa ditangani dengan obat dan perubahan gaya hidup. Namun pada kenyataannya, tidak semua kasus GERD bisa selesai dengan pengobatan konservatif. Dalam kondisi tertentu, dokter justru dapat merekomendasikan tindakan pembedahan, khususnya melalui pendekatan bedah digestif, untuk menangani sumber masalahnya secara lebih menyeluruh.

  1. Gejala Tidak Membaik Meski Sudah Diobati 

Alasan paling umum kenapa GERD perlu operasi adalah gejala yang tetap menetap meski pasien sudah menjalani terapi optimal, seperti penggunaan obat penekan asam lambung (PPI), pengaturan pola makan, dan perubahan gaya hidup. Jika keluhan seperti rasa terbakar di dada, regurgitasi, atau nyeri ulu hati terus berulang, ini menandakan adanya gangguan struktural yang sering kali perlu ditangani lewat tindakan bedah digestif.

  1. Munculnya Komplikasi Serius pada Saluran Cerna

GERD kronis yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti Esofagitis berat (radang kerongkongan), Striktur atau penyempitan esofagus, Perdarahan saluran cerna bagian atas, hingga Barrett’s esophagus, kondisi pra-kanker akibat iritasi asam jangka panjang

Pada kondisi ini, penanganan medis saja sering tidak cukup. Dokter bedah digestif dapat melakukan prosedur operasi antirefluks untuk memperbaiki fungsi katup lambung dan mencegah kerusakan lanjutan.

  1. Adanya Hernia Hiatus

Salah satu penyebab GERD yang sering luput disadari adalah hernia hiatus, yaitu kondisi ketika bagian lambung naik ke rongga dada melalui diafragma. Hernia ini membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan biasanya tidak bisa diselesaikan hanya dengan obat.

Dalam praktik bedah digestif, hernia hiatus sering diperbaiki bersamaan dengan prosedur antirefluks, seperti fundoplikasi, untuk mengembalikan anatomi saluran cerna ke kondisi normal.

  1. Ketergantungan Obat Jangka Panjang

Beberapa pasien GERD harus mengonsumsi obat penekan asam dalam jangka waktu sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Meski efektif, penggunaan jangka panjang tidak selalu ideal bagi semua pasien. Dalam situasi ini, tindakan bedah digestif dapat menjadi solusi untuk memperbaiki penyebab refluks secara permanen dan mengurangi ketergantungan obat.

  1. Kualitas Hidup Menurun Drastis

GERD yang berat bisa memengaruhi kualitas hidup, mulai dari gangguan tidur, batuk kronis, suara serak, hingga kesulitan menelan. Jika keluhan ini sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak merespons terapi medis, maka evaluasi oleh dokter spesialis bedah digestif menjadi langkah penting untuk menentukan opsi tindakan yang paling tepat.

Sebagian besar kasus GERD memang dapat ditangani tanpa operasi. Namun pada kondisi tertentu, seperti gejala yang tidak membaik, munculnya komplikasi serius, hernia hiatus, atau penurunan kualitas hidup, tindakan pembedahan melalui pendekatan bedah digestif dapat menjadi solusi yang efektif dan aman bila dilakukan dengan evaluasi medis yang tepat.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *